Tradisi Unik Pasrah Wali Santri
Tradisi Unik Pasrah Wali Santri ke Pengasuh
Pondok
Pesantren Modern Al Kautsar
Pondok
Pesantren Modern (PPM) Al-Kautsar Askandariyyah Sumbersari Srono Banyuwangi,
Sabtu 27 Agustus 2022 menggelar acara Haflah Awal As Sanah wa Khutbah Al
Iftitah yang bertempat di lapangan pondok pesantren putra. Diadakannya kegiatan
ini sebagai peresmian santri baru dalam mengikuti pembelajaran Tahun ajaran
2022-2023 ujar Ning Vina Suroya, S.H.I. dalam sambutannya sebagai kurikulum
umum PPM Al-Kautsar. Acara ini juga mendatangkan wali santri baru yang sebelumnya
selama 2 tahun tidak mengundang wali santri karena pandemi covid 19.
Bapak
Muhyidin wakil dari wali santri baru mengatakan dalam sambutannya, “Ada tradisi
unik yang tidak dipunyai oleh lembaga lain atau pondok pesantren lain dalam hal
memasrahkan anaknya ke pesantren.” Biasanya wali santri sowan ke pengasuh untuk
memasrahkan anaknya yang akan mondok, tapi ini beda dengan tradisi yang ada
di PPM Al-Kautsar. Acara Haflah Awal As
Sanah wa Khutbah Al Iftitah merupakan momen silaturrohim wali santri baru
dengan pengasuh sekaligus pasrah wali santri yang diwakili oleh bapak Muhyidin
ke Pengasuh PPM Al-Kautsar Ibu Nyai Hajjah Hikmah Fauziah.
Harapan
besar wali santri agar anaknya menjadi anak yang soleh dan solehah, barokah
ilmunya dan menjadi keniscayaan meskipun mereka ada yang latar belakang seorang
guru untuk mendidiknya sendiri. Sudah menjadi tradisi utuk mendidik anaknya di
lembaga pendidikan yang ada.
Direktur
PPM Al-Kautsar Ustadz Ali Mansur, S.
Fil.I. dalam sambutannya menyatakan menerima dengan senang hati pasrah wali
kepesantren, dan siap mengemban amanah tersebut sebagaimana panca jiwa
pesantren Al Kautsar yaitu akhlaqur karimah, wawasan yang luas, Kualitas ilmu yang memadai,
mandiri, disiplin yang tinggi. Direktur juga membacakan tata tertib santri
dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan kegiatan kegiatan yang lain serta
larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan dan dibawa dalam pesantren. Dalam
ahir sambutannya direktur juga menegaskan tentang sanksi yang dijatuhkan bagi
santri yang melanggar, mulai saksi ringan, sedang, dan berat. Sanksi yang berat
yaitu dikembalikannya seorang santri ke wali santri apabila tidak bisa lagi
untuk dibimbing dan diarahkan.
Sebelum
diadakan acara Haflah Awal As Sanah wa Khutbah Al Iftitah, santri baru sudah
mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah
(MPLS). Sebagainama dibacakan Ning Vina Suroya, S.H.I. keputusan tentang
santri teraktif dalam mengikuti kegiatan MPLS diantaranya; santri putra ada
Alvino Ksatria Panandang Putra, Khoirul Anam, dan M. Amru Zuhair Anas.
Sedangkan untuk putri ada Dewi Fortuna, Dwi Levina, dan Nadya Rahadatul Aisy
dan masing-masing mendapat piagam penghargaan dari pesantren.
Acara
Haflah Awal As Sanah wa Khutbah Al Iftitah
dimeriahkan tampilan kreasi santri putra mulai dari Senandung sholawat
Nabi mengawali pra acara oleh Al Banjari PPM Al-Kautsar putra, kemudian
dilanjutkan setelah acara, drama kolosal
perjuangan melawan penjajah, mocoan lontar Yusuf yang merupakan tradisi adat
Banyuwangi, pantomin, tari saman, dan ditutup dengan penampilan kostus robot
kreatifitas santri. Menariknya penampilan para santri, tamu undangan sangat
terhibur dan antusias mengikuti acara tersebut meskipun dibalut dalam bahasa
arab dan inggris. (team jurnalis Al Kautsar)
Komentar
Posting Komentar